Laman

Jumat, 15 April 2011

WESEL BAYAR DALAM SITUASI KHUSUS

RESUME DAN CONTOH WESEL BAYAR DALAM SITUASI KHUSUS
(Donald E. Kieso, Jerry J. Weygant & Terry D. Wafield dalam Intermediate Accounting)
Oleh: Ahmad Baehaqi (40109008)
Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah STEI SEBI Depok, Jawa Barat

Akuntansi untuk wesel jangka panjang hampir sama dengan akuntansi obligasi. Sedangkan, jenis-jenis wesel yang ditransaksikan adalah wesel yang diterbitkan pada nilai nominal, wesel yang diterbitkan tidak pada nilai nominal, wesel dengan bunga nol dan wesel dalam situasi khusus. Untuk wesel dalam situasi khusus, wesel bayar dapat dibagi menjadi 3 yaitu:
1) Wesel diterbitkan untuk kas dan hak-hak lainnya
Adakalanya ketika suatu wesel diterbitkan, hak atau privilege (keistimewaan) tambahan diberikan kepada penerima wesel. Dalam situasi ini, perbedaan antara nilai sekarang hutang dan jumlah kas yang diterima harus dicatat oleh penerbit wesel secara simultan sebagai diskonto (debet) atas wesel itu dan pendapatan yang belum dihasilkan (kredit) atas penjualan masa depan.
Contoh, PT. Harun Yahya menerbitkan wesel senilai $100.000, 5 tahun, suku bunga 10%. Penerima wesel diberikan hak khusus untuk dapat membeli barang dagang sebesar $500.000 dari penerbit wesel lebih kecil dari harga jual selama 5 tahun. Maka ayat jurnalnya adalah:
Jurnalnya adalah:
Kas 100.000
Diskonto atas wesel bayar 37.908
Wesel bayar 100.000
Pendapatan yang belum dihasilkan 37.908
Diskonto yang diamortisasi dan beban bunga diakui setiap menggunakan metode bunga efektif. Sementara Pendapatan yang Belum Dihasilkan diakui sebagai pendapatan dari penjualan barang dagang dan diproratakan atas dasar yang sama dengan jumlah penjualan pemasok kepada pemberi pinjaman setiap periode terhadap total penjualan kepada pemberi pinjaman selama jangka waktu wesel.

2) Wesel diterbitkan untuk propert, barang dan jasa

Pada situasi ini penerbitan wesel dipertimbangkan dengan aset nonkas. Perusahaan menukarkan properti, barang atu jasa dengan wesel bayar sehingga suku bunga dianggap tidak layak karena: 1) tidak ada suku bunga yang ditetapkan, 2) suku bunga yang ditetapkan tidak layak, dan 3) jumlah nominal yang ditetapkan dari instrument hutang itu secara material berbeda dengan harga jual tunai berjalan atas barang yang sama atau serupa atau dari nilai pasar berjalan instrument hutang itu.
Jika tidak ada suku bunga yang ditetapkan, maka suku bunga adalah selisih antara nilai nominal wesel dan nilai wajar properti dan dinyatakan Diskonto jika nilai wesel lebih rendah daripada nilai wajar properti dan sebaliknya dinyatakan dengan Premi.


Contoh, PT Budi Sejahtera (penjual) menjual tanah yang mempunyai harga jual tunai sebesar $ 200.000 kepada PT. Pasti Luhur (pembeli) untuk ditukarkan dengan wesel tanpa bunga PT. Pasti Luhur berjangka 5 tahun senilai $ 293.866. harga jual tunai sebesar $ 200.000 merupakan nilai sekarang dari wesel senilai $ 293.866 yang didiskontokan pada 8% selama 5 tahun. Maka ayat jurnalnya adalah:
Jurnal PT. Pasti Luhur:
Tanah 200.000
Diskonto atas wesel bayar 93.866
Wesel bayar 293.866
Jurnal PT. Budi Sejahtera:
Wesel tagih 293.866
Diskonto atas wesel tagih 93.866
Penjualan 200.000
Keterangan: selama umur 5 tahun, PT. Pasti Luhur menghitung amortisasi secara tahunan, sebagian dari diskonto sebesar $ 93.866 sebagai beban kepembebanan bunga. Sedangkan PT. Budi Sejahtera akan mencatat pendapatan bunga sejumlah $ 93.866 selama periode 5 tahun dengan mengamortisasikan diskonto diatas dengan pendekatan bunga efektif.

3) Bunga terkait (Imputed Interest)

Suku bunga pasar dalam transaksi wesel dapat ditentukan oleh faktor lain yang terlibat dalam transaksi, seperti nilai pasar wajar dari apa yang diberikan atau diterima. Tapi, jika perusahaan tidak dapat menentukan nilai wajar properti, barang atau jasa dan hak lainnya dan jika wesel tersebut tidak mempunyai pasar yang siap menampungnya maka perusahaan harus memperkirakan suku bunga penerapan (suku bunga terkait) untuk menentukan nilai wesel tersebut. Suku bunga terkait berbeda dengan suku bunga ditetapkan pada tanggal wesel diterbitkan, maka Diskonto atau Premi harus diakui dan diamortisasi pada periode berikutnya.
Contoh PT. Umar (B) menerbitkan wesel promes kepada PT. Andi(A) untuk jasa arsitektur pada 31 Desember 2010. Wesel tersebut mempunyai nilai nominal sebesar $550.000, jatuh tempo 31 Desember 2015 dan suku bunga 2% yang akan dibayarkan pada setiap akhir tahun. Nilai wajar jasa arsitektur tidak dapat segera ditentukan, sementara promes tidak dapat segera dipasarkan. Berdasarkan lembaga pemeringkat, bunga terkait 8% di anggap sudah layak dalam situasi ini. Perhitungan dan ayat jurnal terkait:
Perhitungan diskonto:
Nilai nominal wesel $ 550.000
PV= FV (PVF5,8% ); ($ 550.000 x 0,68058) $ 374.319
PV= R (PVF5,8%); ($11.000 X 3,99271) $ 43.920
Nilai sekarang wesel ($ 418.239)
Diskonto atas wesel bayar $ 131.761
Maka jurnal yang harus dibuat untuk tgl 31 Des 2011 adalah:

Ayat Jurnal 31 Desember 2001 :
Bangunan (kontruksi dlm proses) 418.239
Diskonto atas wesel bayar 131.761
Wesel bayar 550.000
Ayat jurnal pembayaran tahun pertama dan amortisasi Diskonto dicatat sebagai berikut :
Beban bunga 33.459*
Diskonto atas wesel bayar 22.459***
Kas 11.000**

*$418.239 x 8% = $33.459 **$550.000 x 2 % =$11.000 ***$33.459 - $11.000 = $22.459

Sumber:
1. Donald E. Kieso, Jerry J. Weygant & Terry D. Wafield, Terjemahan: Intermediate Accounting, Erlangga: Jakarta, 2008 hal 257-259

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar